Awas Bahaya Pembalut Sekali Pakai, Jangan Asal Pembalut ya

Bahaya Pembalut Sekali Pakai


Peduli lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara,salah satunya dengan memakai pembalut ramah lingkungan(reuseable). Kebanyakan sis memilih pembalut sekali pakai, disebabkan karena simple dan mudah dibuang.

Sayangnya, sebagian besar dari kamu banyak yang gak sadar dari mana pembalut itu dibuat. Dan parahnya, cewek/wanita sekarang gak tahu dampak dari pembalut itu sendiri. Pernahkan terpikir di benak Sista buat ngerobek pembalut, trus ngeliat apa sih bahan kimia yang terkandung didalamnya?


Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. Karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya produksi. Lagi pula di dunia ini siapa toh yang ndak mau rugi??

Dalam proses daur ulang, banyak bahan kimia digunakan untuk proses pemutihan kembali, menghilangkan bau dan proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas sebagai bahan dasar pembalut. Sehingga menyebabkan kertas yang kotor dan bewarna tadi menjadi putih bersih. Namun, sterilkah?
Lantas kertas bekas yang didaur ulang dan memakai bahan kimia ini dijadikan pembalut wanita yang sering kita jumpai dipasaran dan dipakai para konsumen. Pembalut ini mengandung zat Dioxin yang sangat berbahaya.

SEBAHAYA APAKAH ZAT DIOKSIN ITU?
Hasil Penelitian di Amerika Serikat
The Tampon Safety and Research Act of 1999,
H. R. 890, U.S.A (Kongres Amerika 1999)

1. Dari hasil penelitian, zat Dioxin dan serat Sintetis yang ada di pembalut wanita & produk yang mirip lainnya, beresiko tinggi terhadap kesehatan wanita, termasuk resiko terhadap cervical cancer, endometriosis, infertility, ovarian cancer, breast cancer, immune system deficiencies, pelvic inflammatory disease & toxic shock syndrome, dan lainnya.

2. Ahli Internasional tentang penelitian atas Kanker, Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa zat Dioxin dapat menyebabkan kanker.

3. Dioxin adalah sebuah hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (popok untuk anak- anak).
Bagaimana cara membuktikan bahwa bahan dasar pembalut saya adalah dari sampah kertas daur ulang dan mengandung bahan pemutih?

Coba lakukanlah pengujian sebagai berikut: bahan pembalut biasa yang menjadi keruh ketika dimasukkan dalam gelas berisi air

Sobek produk pembalut Kamu, ambil bagian inti di dalamnya.
Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
Lihat perubahan warna air.

Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung bahan pemutih.
Kamu akan menemukan gulungan kertas dan bukan kapas.

Selain resiko kesehatan tadi,yang gak kalah penting adalah dampaknya bagi lingkungan hidup.

1.Pembalut sekali pakai terbuat dari daur ulang kertas(Pulp),dan untuk menghasilkan kertas saja banyak pohon² dihutan alam yang ditebang,contoh saja Hutan alam Sumatra yang telah banyak berkurang termasuk ekosistem didalamnya.

2. Pembalut Bekas pakai cuma akan menjadi tumpukan sampah dan parahnya mayoritas terbuang kesungai. Pembalut sekali pakai juga tidak mudah terurai oleh alam.

Setelah tahu kondisi ini semua, lantas apakah masih mau makai pembalut sekali pakai yang mengandung zat dioxin? Buanglah semua pembalut kamu, dan beralihlah ke pembalut yang lebih aman.
Terus gimana dung? Apa gak perlu pake pembalut? Atau back jadul (jaman dulu), make kain kayak nenek-nenek kita waktu masih muda?
Previous
Next Post »
Posting Komentar
Thanks for your comment