ALQUR'AN BERCERITA KISAH NABI-NABI TERDAHULU, ULAMA UMAT INI BERCERITA KISAH NABI MUHAMMAD SAW

ALQUR'AN BERCERITA KISAH NABI-NABI TERDAHULU,  ULAMA UMAT INI BERCERITA KISAH NABI MUHAMMAD SAW.

Oleh Aboo Muhammad

Para Ulama dikalangan Ummat ini banyak Menulis dan Menceritakan Kisah Nabi Termulya diantara Para Nabi yg Lainnya.
Tapi ada yg bilang nggak boleh,  Bid'ah katanya!

Jadi, seluruh kitab2 Maulid yg ditulis utk menceritakan tentang Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW itu TERLARANG!!

Wahai saudaraku Muslim!! Jika ALQUR'AN saja menceritakan kisah Para Nabi ALLAH terdahulu utk menambah Keimanan dan Keteguhan Hati,  sebagaimana Firman ALLAH SWT,  dalam Surat Huud ayat 120:

(وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ)

[Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu(Muhammad), ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.]

Coba antum perhatikan kembali ayat ini,  Jika membaca dan mengenang kembali sejarah para Nabi terdahulu dapat meneguhkan hatinya Nabi Muhammad SAW,  bahkan dapat menjadi pelajaran bagi beliau SAW.

Lalu bagaimana mungkin kita akan melewatkan utk membaca kisah hidup Nabi TERHEBAT dan TERMULYA, yg disusun dengan indah oleh para Ulama dalam Kitab2 nya, Untuk mengenang kembali PEMIMPIN PARA NABI ini??

Adakah hati kita ini sudah teguh dalam keimanan,  walau tidak ingin dikatakan hati kita lebih teguh dari Nabi Muhammad SAW,  krn tidak mau membaca Kisah Nabi Muhammad SAW?? Sedang Nabi Muhammad SAW masih diperintah oleh ALLAH utk merenungi Kisah2 Nabi Terdahulu???

Wahai Saudaraku Muslimin!!
bolehlah jika engkau memang tak mau untuk memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW!!
Krn kami tak akan menyalahkanmu!

Tapi jangan salahkan kami yg memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW!!
Krn kami masih ingin meneguhkan hati kami akan semakin kokoh dalam Keimanan!

Tapi jangan salahkan kami yg memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW!?
Krn kami ingin mengikuti Nabi Muhammad SAW yang juga mengenang Kisah2 Nabi Terdahulu.

Tapi jangan salahkan kami yg memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW!!
Krn kami ingin menjalankan Perintah ALLAH juga Utk mengenang Para Nabi Terdahulu,  dan Utamanya Mengenang Pemimpin Para Nabi,  MUHAMMAD SAW..!!

Masihkah antum selalu menyalahkannya,  sehingga menimbulkan perpecahan diantara kaum muslimin,  hanya krn kami mau melakukan peringatan Maulid Nabi kami dan juga Nabi mu juga?!

Sampai kapan MUSLIMIN ini akan BERSATU,  jika masih ada saja orang2 yg selalu MEMAKSAKAN bahwa hanya KEYAKINAN sendiri yg BENAR.

Sudahilah,  inilah perbedaan kita,  jangan kau paksakan kami utk mengikutimu,  karena Kamipun tak memaksamu utk meyakini keyakinan kami.

Ingatkah,  sebuah Hadis Nabi Muhammad SAW,  bahwa beliau mengatakan:
إختلاف أمتي رحمة
[Perbedaan diantara Umatku itu Rahmat (Kasih sayang)]

Ya,  tentu beliau benar dengan yg apa yg dikatakannya,  ASAL kita bisa saling menghargai terhadap sesama muslim yg berbeda, maka perbedaan iniakan melahirkan kasih sayang.

Namun jika perbedaan ini dipaksakan utk sama,  yg ada malah jadi pertengkaran.

Bukankah Sebuah Bangunan akan terbangun krn sebuah perbedaan bahan-bahannya??
Ada pasir,  ada batu batu,  ada semen,  ada air,  ada kapur,  dan seterusnya.

mungkinkah sebuah bangunan akan terbangun jika tersusun dengan bahan yg sama??

Bukankah perbedaan orang yg KAYA dan MISKIN akan menjadi KASIH SAYANG,  ketika yg KAYA mau membantu yg MISKIN dengan Hartanya. Sehingga diantara keduanya akan terjalin hubungan saling menghargai.

Coba bayangkan,  jika di bumi ini semua adalah orang2 kaya;
-maka tidak akan ada lagi orang miskin yg mau jadi tukang kebunnya orang kaya.
-maka tidak akan ada lagi orang miskin yg mau jadi pembantu rumah tangganya orang kaya.
dan seterusnya...

lalu mereka(orang2 kaya tersebut) akan mengerjakan semuanya sendiri,  sehingga akan sibuk sendiri dengan tugas2 yg dulunya dikerjakan orang miskin,  sehingga tidak bisa lagi dia menikmati fasilitas kekayaannya.

Begitulah MUSLIMIN,  marilah BERSATU,  SUDAHI pembahasan2 klasik ini, yg slalu terulang2 setiap tahunnya....

Agar benar2 bisa Terwujud bahwa PERBEDAAN itu akan bisa menjadi KASIH SAYANG, jika bisa menyikapinya dengan saling MENGHARGAI Pendapat Muslim Lainnya.

Ya Tentu,  perbedaan itu hanya yg berkaitan dengan masalah FURU'IYAH(Cabang2 agama saja) yg kita mesti saling hargai...

Adapun perbedaan AQIDAH yg USHUL(Pokok Agama), maka kita harus Tegas dalam menyikapinya,  Namun tetap dengan cara yg sopan dan ber Akhlaq.

Sebab, Kesopanan akan memberikan pengaruh kepada yg mendengarnya,  Namun jika dengan kekerasan justru akan membuat sakit hati pendengarnya,  walaupun yg dikatakan adalah KEBENARAN.

Begitulah ALLAH memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yg terdapat dalam Surat Ali Imron ayat 159:

(فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ)

[Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.]

Bahkan, ALLAH pun tetap memerintahkan Kepada Nabi Musa dan Saudaranya utk bertutur kata yg sopan kepada Fir'aun,  walaupun dia mengaku dirinya sebagai tuhan,  dalam Surat Thoha ayat 43 dan 44:

(اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ) (فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ)
[Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia tersadar atau takut".]

Adakah Dosa yg lebih Hebat dari pada mengaku sebagai Tuhan??

Namun, tetap ALLAH perintahkan utk berdakwah kepadanya dengan Lemah Lembut dan Santun.
Previous
Next Post »
Posting Komentar
Thanks for your comment